5 Cara Bermain Saham Agar Untung dalam Waktu Singkat

Kata orang, cara bermain saham agar untung terus itu tidak ada. Faktanya, ada strategi yang terbukti membuat untung secara konsisten. Bahkan keuntungannya per tahun berkisar di angka 30 sampai lebih dari 80 persen per tahun.

Namun tentunya semua cara berikut ini harus anda lakukan dengan benar dan dalam kondisi tidak ada sesuatu hal yang aneh dan dapat mempengaruhi pasar secara mendadak. Misalnya perang, bencana alam besar, ataupun kebijakan moneter yang tidak normal.

Cara Bermain Saham Agar Untung Terus

Cukup banyak pemula yang mencoba bermain saham dan langsung mendapatkan keuntungan. Biasanya hal ini adalah faktor keberuntungan saja. Setelahnya, hanya kerugian yang ada di portofolio.

Untung 1-2 kali di saham adalah hal yang biasa. Namun tidak semua orang memahami bagaimana cara bermain saham agar bisa untung secara konsisten dan dalam waktu yang cepat. Faktanya, mereka yang mendapatkan untung secara konsisten dari saham semuanya memiliki kesamaan strategi, yaitu:

Pahami Fundamental Perusahaan

Fundamental perusahaan akan berhubungan erat dengan kondisi perusahaan berdasarkan laporan keuangan. Namun bagi para pemula, membaca laporan keuangan perusahaan menjadi hal yang cukup rumit. Oleh sebab itu, pemain saham (khususnya pemula) bisa memahami fundamental perusahaan sebenarnya bagus atau tidak dengan beberapa indikator berikut:

  • Apakah Perusahaan Membagikan Deviden

    Perusahaan yang rutin membagikan deviden artinya perusahaan memiliki fundamental yang baik. Selain itu, bermain saham di perusahaan yang rutin membagikan deviden cenderung memiliki harga yang bertumbuh. Jikapun harga sahamnya turun, anda bisa membeli saham perusahaan tersebut saat harganya turun.

    Biasanya harga saham perusahaan yang rutin bagi deviden harganya akan melonjak di tanggal-tanggal hendak bagi deviden. Oleh sebab itu, momen tersebut harus anda manfaatkan dengan membeli saham tersebut di 2-3 bulan sebelumnya. Khususnya saat harganya sedang rendah-rendahnya.

  • Kondisi Keuangan Perusahaan di Setiap Tahunnya

    Mungkin anda pusing dan tidak memahami cara membaca laporan keuangan perusahaan. Oleh sebab itu, anda bisa menanyakan kepada teman atau kerabat yang bisa membaca laporan keuangan. Mintalah lihat setiap tahunnya keuangan perusahaan bertumbuh, stabil, atau mengalami penurunan drastis.

    Jika perusahaan mengalami penurunan drastis, dan bahkan mengalami banyak berita negatif, sebaiknya hindari bermain saham di perusahaan tersebut. Risikonya terlalu besar jika anda mencoba masuk ke saham seperti itu.

  • Lihat Sentimen di Forum Saham

    Banyak informasi berseliweran di forum-forum saham. Ada yang akurat, ada yang justru menyesatkan. Anda bisa mencoba bertanya mengenai fundamental perusahaan yang sahamnya hendak anda beli untuk sekedar melihat sentimen terhadap suatu saham.

    Biasanya akan ada pro dan kontra mengenai fundamental suatu perusahaan. Dari sentimen di forum terhadap suatu saham, anda bisa melihat apakah saham tersebut menarik untuk dibeli atau tidak.

Jika bicara fundamental, dan ingin untung cepat dari fundamental, strategi yang bisa anda lakukan adalah dengan membeli saham Bank BCA (kode saham: BBCA). Ada beberapa cara mengambil untung dari saham BBCA. Cara pertama adalah dengan membeli BBCA saat sahamnya merah. Lalu jual saat saham mengalami kenaikan harga 1-2 persen. Banyak pemain saham yang melakukan hal ini dan bisa mendapatkan keuntungan 20-50 persen per tahunnya.

Cara kedua adalah dengan membeli BBCA dan bersabar karena saham BBCA cenderung naik setiap tahunnya. Selain itu, deviden tiap tahun dari BBCA tergolong sangat menarik dan konsisten sehingga saham ini menjadi saham yang selalu memberikan keuntungan karena fundamentalnya sangat kuat dan baik.

Bersabar dan Hanya Gunakan Uang Dingin Saja

Ketika anda membeli saham, harga saham tersebut kebanyakan akan mengalami penurunan. Anda mungkin akan panik dan kecewa karena salah pilih saham. Namun sebenarnya bukan anda yang salah pilih saham.

Dalam pasar saham, ada yang namanya market maker. Mereka inilah yang menggerakkan harga saham. Dengan menggunakan aplikasi yang sangat cerdas, ketika saham mereka ada yang beli dalam jumlah tertentu, aplikasi secara otomatis melakukan perubahan posisi buy dan sell sehingga harga menjadi turun. Anda yang panik dan tidak sabaran maka akan segera melakukan cutloss. Ketika anda sudah melakukan cutloss, harga saham akan dikerek kembali ke harga normal.

Oleh sebab itu, wajar ada yang mengatakan bahwa pasar saham adalah alat untuk memindahkan uang dari mereka yang tidak sabar kepada mereka yang sabar. Maka sangat disarankan hanya menggunakan uang dingin dalam saham sehingga ketika posisi harga saham mengalami penurunan, anda tetap santai dan berkata “saham hanya akan saya jual ketika harganya sudah di posisi profit”.

Jika anda menggunakan uang yang seharusnya untuk keperluan sehari-hari, maka ketika harga saham turun, mau tidak mau anda akan melakukan cutloss. Maka dari itu, sangat tidak disarankan menggunakan uang kebutuhan sehari-hari, ataupun uang pinjaman dari bank untuk melakukan trading saham.

Diferensiasikan Uang Anda

Memang terlihat menarik jika punya uang 10 juta, dan memasukkan semua uang tersebut ke suatu saham yang beberapa waktu kemudian harganya naik 10 persen atau lebih. Tetapi kenyataan di pasar saham berkata lain. Setelah anda memasukkan semua uang ke suatu saham, harga saham ternyata tidak bergerak dalam waktu lama. Bahkan ada yang justru terus turun.

Oleh sebab itu, ada baiknya melakukan diferensiasi, yaitu membagi uang kedalam beberapa saham sehingga risiko menjadi lebih rendah. Sebagai contoh. Di bulan April 2021, saham BHIT dan BBHI adalah 2 saham yang potensial naik tinggi. Dengan melakukan diferensiasi uang ke BHIT dan BBHI di waktu tersebut, maka saat BBHI harganya turun, kita akan melihat BHIT di harga yang cukup manis dan menutupi kerugian di BBHI. Setelah beberapa saat, harga BHIT turun, ternyata harga BBHI melonjak sangat tinggi dan memberikan keuntungan luar biasa.

Maka dari itu, daripada melakukan cap cip cup dari beberapa pilihan yang bagus dan potensial, melakukan diferensiasi menjadi cara terbaik karena orang-orang yang melakukan cara ini cenderung tidak pernah rugi secara keseluruhan.

Siapkan Dana untuk Average Down

Semua pemain saham pernah melakukan kesalahan dimana membeli saham di harga pucuk atau harga yang cukup tinggi. Misalnya membeli saham KOTA di harga 200 namun ternyata turun sampai ke harga 101. Lalu saham KOTA mengalami kenaikan harga namun hanya sampai di harga 150 saja.

Oleh sebab itu, jika memang merasa saham yang kita beli harganya akan naik lagi, pastikan untuk segera melakukan average down. Apa itu average down?

Average down adalah cara untuk membuat harga rata-rata saham yang kita beli menjadi turun. Misalnya, saat ini anda memiliki saham KOTA dengan rata-rata harga 100 sebanyak 2000 lot. Jika anda membeli lagi saham KOTA di harga 50 sebanyak 2000 lot, maka rata-rata harga saham KOTA yang anda miliki adalah di harga 75. Artinya, saat saham naik ke harga 80, anda sudah untung cukup besar tanpa harus menunggu saham kembali ke harga 100.

Cara ini sangat cocok dilakukan pada saham-saham yang kadang naik di atas 5%, kadang harga sahamnya turun lebih dari 5%. Karena pada dasarnya setiap saham yang turun akan mengalami kenaikan 5% atau lebih sebelum akhirnya turun kembali atau naik lebih tinggi lagi.

Contoh cara bermain saham agar untung dengan metode average down:

  • Siapkan dana di rekening saham sebesar 10 juta rupiah
  • Belanjakan 1 juta rupiah ke saham yang menurut anda potensial atau bagus
  • Jika harga saham turun 5 persen, beli lagi saham tersebut sampai kerugian hanya 1% saja
  • Jika harga saham kembali turun, beli lagi saham tersebut sampai kerugian hanya 1% saja
  • Terus lakukan average down sampai harga saham di posisi profit 3-5% lalu jual

Cara ini sangat baik dilakukan, namun dengan catatan bahwa saham tersebut bukanlah saham yang harganya akan terus turun karena menuju saham di harga 50. Sebab saham di harga 50 kebanyakan akan membutuhkan waktu sangat lama untuk harganya naik. Selain itu, average down yang perlu dilakukan juga harus berkali-kali sehingga membutuhkan uang yang sangat banyak.

Hanya Beli Banyak saat IHSG Merah

Saat IHSG memerah, banyak saham-saham yang mengalami penurunan harga secara signifikan. Misalnya karena adanya perang yang menyebabkan harga minyak naik ataupun turun. Kondisi ini biasanya bertahan 1-3 hari saja. Oleh sebab itu, menjadi serakah pada saham-saham yang sedang turun harga saat IHSG memerah menjadi solusi yang tepat bagi anda yang ingin main saham dan ingin cepat mendapat untung.

Contoh kasus terbaru adalah saat IHSG memerah dan banyak saham turun harga akibat adanya konflik antara Rusia dengan Ukraina. Namun setelah beberapa hari, IHSG kembali pulih dan harga normal kembali. Tetapi pastikan:

  • Hanya membeli saham dengan fundamental yang baik
  • Tetap lakukan diferensiasi pembelian saham
  • Siapkan uang dingin untuk dapat terus melakukan average down

IHSG dibentuk oleh kondisi harga saham dari saham-saham LQ45. Oleh sebab itu, strategi dan cara bermain saham agar untuk dalam waktu singkat ini sangat efektif pada saham-saham LQ45.

Demikianlah beberapa strategi dan cara bermain saham agar untuk secara konsisten dan dalam waktu singkat. Semoga bermanfaat dan menjadikan investasi yang kita lakukan di pasar saham menjadi berkah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.