Ciri Saham Gorengan yang Harus Dijauhi Investor & Trader

Investor dan trader perlu tahu ciri saham gorengan yang ada di bursa efek. Dengan demikian, kita bisa terhindar dari saham busuk. Ya, kebanyakan saham gorengan adalah saham-saham busuk yang tentunya akan merugikan mereka yang membeli saham tersebut.

Memang pada dasarnya setiap emiten saham memiliki “bandar” yang akan menggoreng saham. Jika saham tersebut merupakan saham yang bagus, tentunya gorengan tersebut merupakan gorengan yang sangat lezat, gurih, dan baik. Namun jika saham busuk yang digoreng, tentunya harus kita jauhi. Namun sayangnya banyak orang yang masih belum paham mana saham gorengan yang perlu dijauhi, mana yang merupakan saham gorengan yang bagus untuk dimasuki.

Ciri Saham Gorengan Busuk

Hindari Saham yang Sesuai dengan Kriteria Ciri Saham Gorengan Busuk

Saham gorengan busuk artinya saham tersebut sebenarnya merupakan saham jelek. Bandar akan menggoreng saham tersebut sehingga harganya akan naik tinggi sehingga memancing orang untuk masuk. Ketika sudah banyak orang yang masuk atau membeli saham tersebut, barulah saham tersebut dibanting. Membuat banyak orang terjebak atau nyangkut di saham busuk tersebut.

Agar tidak terjebak di saham busuk yang sedang digoreng, anda perlu mengetahui beberapa ciri saham gorengan. Adapun ciri saham gorengan antara lain:

Harga Naik Walaupun Laporan Keuangan Jelek

Ketika bandar menggoreng saham yang laporan keuangannya bagus, hal tersebut tentu saja adalah hal yang wajar dan semestinya. Apalagi jika saham tersebut merupakan saham yang rajin bagi deviden. Namun jika harga sahamnya melambung tinggi padahal kita tahu laporan keuangannya selama ini jelek dan banyak hutang, tentu saja artinya saham tersebut adalah saham busuk yang sedang digoreng.

Harga Tetap Naik Walaupun Ada Isu Tidak Sedap

Ciri saham gorengan selanjutnya adalah harga sahamnya yang tetap naik padahal saham tersebut sedang ada isu tidak sedap. Misalnya perusahaan sedang berkasus pailit, namun harga saham justru naik. Artinya bandar sedang menaikkan harga sebelum akhirnya harga saham dibanting untuk distribusi karena bandar sedang ingin segera keluar dari emiten tersebut.

Pembeli dari Sekuritas Tertentu

Ada banyak sekuritas saham di Indonesia. Tetapi jika pembelian dimonopoli oleh satu-dua sekuritas saja, maka dapat dipastikan bahwa sebenarnya saham tersebut sedang digoreng. Apalagi jika sekuritas tersebut bukanlah sekuritas yang banyak pemain ritelnya.

Sebenarnya tidak masalah ikut membeli saham yang kebetulan harganya naik tinggi dan diborong oleh sekuritas tertentu. Namun perlu diperhatikan apakah pembelian tersebut didasarkan karena anda telah membaca fundamental perusahaan, atau karena hanya ikut-ikutan. Jangan sampai anda hanya ikut-ikutan membeli saham yang ternyata banyak hutang, laporan keuangan merugi, atau sahamnya berstatus REPO.

Sahamnya Berstatus Sedang REPO

Saham berstatus REPO artinya pemilik perusahaan sedang menggadaikan saham tersebut kepada peminjam dana. Biasanya saham digadaikan dengan harga kurang dari 50% dari harga saham di pasar saat ini. Jadi jika harga saham saat ini adalah Rp100,- per lembar saham, maka biasanya saham akan diREPO atau digadaikan dengan harga Rp50,- per lembar atau kurang dari harga tersebut.

Saham yang sedang REPO harganya biasanya melonjak tinggi. Hal ini terjadi karena pemilik perusahaan menggoreng harga sahamnya agar tidak turun di bawah harga tertentu. Karena jika harga sahamnya turun maka perusahaan harus membayar sejumlah kompensasi kepada pemberi pinjaman. Membeli saham REPO sangat beresiko karena ketika tanggal REPO berakhir, saham dari Pemegang Saham Pengendali bisa saja dijual ke pasar bursa dan dapat menyebabkan penurunan harga saham berjilid-jilid.

Kenaikan Harga Saham Padahal Sedang Berstatus UMA

Saham busuk yang sedang digoreng biasanya harganya naik padahal sedang diberikan status UMA (unusual market activity) oleh Bursa Efek Indonesia. Ada beberapa penyebab saham diberikan status UMA. Adapun saham dengan status UMA yang harus dihindari adalah jika saham mendapat UMA karena:

  • Tidak melaporkan laporan keuangan
  • Tidak melakukan Rapat Umum Pemegang Saham sesuai jadwal
  • Perusahaan sedang menghadapi gugatan pailit
  • Ada pelanggaran serius yang dilakukan perusahaan

Pastikan untuk berhati-hati masuk ke dalam saham berstatus UMA. Bahkan kebanyakan saham berstatus UMA yang sedang digoreng akan berakhir dengan suspend saham, bahkan delisting. Tentunya hal ini akan merugikan anda sebagai trader maupun investor.

Tidak Ada Isu Apapun Namun Harganya Melonjak

Hal ini biasanya terjadi pada saham-saham harga Rp50,- per lembar. Tanpa adanya berita positif apapun, tiba-tiba ada transaksi jual beli dalam jumlah besar. Hal ini menjadi ciri saham gorengan busuk yang sedang dinaikkan harganya oleh bandar untuk kemudian didistribusikan dengan harga tinggi.

Oleh sebab itu, sebagai investor dan trader harus melihat apakah saham naik karena adanya isu tertentu, karena adanya investor masuk, atau karena apa. Jika terjadi hanya karena memang bandar sedang menggoreng harga, sebaiknya hindari karena risikonya tinggi walaupun memang kemungkinan anda mendapatkan keuntungan bisa saja terjadi.

Lihat Juga: Cara Keluar dari Saham Nyangkut

Saham gorengan sebenarnya bagus jika saham yang sedang digoreng memang saham yang bagus. Oleh sebab itu, pastikan untuk terus mempelajari cara membaca laporan keuangan, terus melihat dan memilah berita-berita suatu emiten yang berseliweran, dan terus belajar membaca pola jual beli suatu saham. Tujuannya tentu agar kita mengetahui saham gorengan tersebut layak untuk anda beli atau tidak.

Demikianlah beberapa hal yang menjadi ciri saham gorengan yang busuk dan harus anda hindari. Semoga bermanfaat dan kami ucapkan terimakasih sudah membaca.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.