Mengatur Keuangan Setelah Lebaran Perlu Dilakukan untuk Menstabilkan EKonomi Keluarga
Cara Mengatur Keuangan Setelah Lebaran Agar Punya Banyak Uang
September 15, 2018
Perhitungan yang Cermat adalah Salah Satu Cara Mengatur Keuangan 2 Juta Per Bulan dengan Cermat dan Tepat
Cara Mengatur Keuangan 2 Juta Per Bulan Agar Meningkatkan Penghasilan
November 4, 2018

Cara Mengajarkan Hidup Hemat Untuk Anak yang Anda Sayangi

Orang Tua yang Baik Tahu Cara Mengajarkan Hidup Hemat untuk Anak Kesayangannya

Orang Tua yang Baik Tahu Cara Mengajarkan Hidup Hemat untuk Anak Kesayangannya

Banyak orang tua yang kesulitan mencari cara mengajarkan hidup hemat untuk anak kesayangannya. Apakah anda salah satunya? Silahkan simak artikel berikut ini.

Seorang anak harus diajarkan hidup hemat sedari kecil. Namun mengajarkannya tidak boleh dilakukan sembarangan. Melakukannya secara gegabah dapat menyebabkan si kecil mengambek, marah, atau bahkan semakin meremehkan pentingnya hidup hemat.

Adapun beberapa cara yang tepat mengajarkan si buah hati hidup hemat adalah dengan:

Mulailah dengan Mengajarkan Ketulusan

Banyak orang tua yang mencoba menerapkan pola “Reward and Punishment” kepada anak-anaknya. Hal ini pada dasarnya tidaklah salah. Namun kurang baik karena memiliki resiko menjadikan anak pribadi yang tidak mau bergerak jika tak ada sesuatu yang dapat diraih.

Pemberian Reward and Punishment cenderung menjadikan seorang anak memiliki sifat seperti:

  • Tidak mau mengerjakan PR kecuali mendapat iming-iming hadiah

    Padahal sejatinya pekerjaan rumah harus dikerjakan sendiri dan dilandasi rasa tanggung jawab akan tugas yang sudah dibebankan.

  • Tidak mau membersihkan rumah kecuali digerakkan oleh janji mendapatkan hadiah

    Padahal sudah merupakan tanggung jawab setiap anggota keluarga untuk menjaga kebersihan rumah. Dan jika sudah seperti ini, yang rugi bukan hanya si anak, namun juga seluruh anggota keluarga.

  • Kurangnya rasa empati pada sesama

    Seorang anak yang biasa mendapatkan janji akan adanya hadiah jika melakukan sesuatu, akan menjadi pribadi yang enggan menolong sesama. Hal ini terjadi karena si anak merasa, tidak ada untungnya menolong orang lain.

Oleh sebab itu, sebelum mengajarkan pola hidup hemat, sebaiknya dibarengi dengan terlebih dahulu mengajarkan ketulusan pada si anak. Apa sih hubungannya ketulusan dengan pola hidup hemat?

Pada dasarnya, hidup hemat membutuhkan kesabaran. Baik itu dalam menabung, menunggu saat yang tepat membeli barang, dan membiasakan menahan diri membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan. Tanpa adanya rasa ketulusan, seorang anak akan kesulitan dalam menabung, dan sulit  menghilangkan sifat konsumtif pada dirinya sendiri.

Orang Tua Harus Menjadi Contoh

Seorang anak harus dibimbing agar mampu hidup hemat. Namun tentunya, hal tersebut akan sulit terwujud jika sebagai orang tua, anda sendiri tidak menjadi contoh yang baik. Oleh sebab itu, mulailah menjadi contoh kepada anak anda, bagaimana caranya berhemat.

Ada banyak sekali contoh perilaku yang bisa anda lakukan sebagai percontohan untuk anak. Beberapa di antaranya adalah:

  • Berbelanja Bersama Anak

    Anda bisa mencontohkan belanja itu harus seperti apa. Anda bisa memulainya dengan membuat terlebih dahulu daftar belanja apa saja yang ingin dibeli. Mencari-cari toko yang menjual harga lebih murah. Dan melakukan negosiasi harga.

    Dengan melakukan semua hal tersebut bersama anak kesayangan anda tersebut, otomatis cara berbelanja tersebut akan ditiru. Dan secara tidak langsung, anda sudah mengajarkannya bagaimana cara hemat dalam berbelanja.

  • Menabung di Celengan

    Menabung terbaik tentu saja adalah di bank. Namun untuk permulaan, ajarkan serunya menabung di celengan. Anda bisa membeli sebuah celengan, dan mulai menabung di sana. Ketika anak anda mulai melihat aktivitas yang anda lakukan, otomatis dia akan penasaran dan mulai bertanya-tanya. Saat itulah anda bisa mulai menjelaskan apa itu menabung di celengan, dan manfaatnya di masa depan.

    Oh iya, ketika celengan sudah penuh, anda bisa mengajarkan anak anda tersebut penggunaan uang. Sebagian uang bisa dibelanjakan untuk keperluan si kecil. Dan sebagian lagi bisa anda tabungkan ke bank dengan membuatkannya rekening tersendiri. Dia akan memiliki kebanggaan tersendiri ketika memiliki rekening sendiri.

  • Hidup Hemat di Rumah

    Sebagai orang tua, anda bisa menjadi contoh hidup hemat dengan cara-cara sederhana seperti mematikan lampu ketika tidak digunakan, mematikan air ketika bak sudah penuh, dan mematikan televisi ketika sudah tak lagi ditonton.

    Anda sangat perlu untuk melakukannya mengingat banyak anak yang memakai fasilitas di rumah seenaknya, lalu pergi begitu saja tanpa peduli. Padahal tagihan listrik di rumah bisa saja membengkak.

Masih banyak contoh-contoh lainnya yang bisa anda berikan pada anak sebagai bagian cara mengajarkan hidup hemat untuk anak. Semakin anda menjadi contoh yang baik, perilaku tersebut akan menjadi contoh yang akan diteladani oleh anak anda.

Ajari Anak Bersyukur

Meningkatkan rasa empati seorang anak sangatlah penting. Dan secara tidak langsung, akan menjadikan anak anda lebih memahami pentingnya hidup irit atau hemat. Dan cara terbaik melakukannya adalah dengan mengajarkannya bersyukur.

Lihat Juga: Manfaat Transaksi Non Tunai

Ada banyak cara yang bisa anda lakukan untuk mengajarkan bersyukur pada anak. Adapun beberapa cara tersebut adalah dengan:

  • Memberitahu Bahwa Masih Banyak yang Kelaparan di Luar Sana

    Ketika anak anda senang membeli banyak makanan, namun membuang-buang makanan tersebut, anda bisa memberitahunya bahwa banyak orang yang kelaparan di luar sana. Dan oleh sebab itu, si anak harus terus bersyukur masih mendapatkan makanan yang layak.

  • Mengajak Bersedekah

    Sebagai rasa syukur masih memiliki kehidupan yang layak, seorang anak harus diajarkan pentingnya bersedekah. Namun tentunya, anda harus mengajarkan anak untuk tidak melulu meminta uang kepada anda untuk sedekah tersebut.

    Adapun cara bersedekah yang bisa anda ajarkan adalah dengan mengajak anak untuk menyisihkan dan menabungkan uang jajan ke dalam celengan. Ketika celengan sudah penuh, sebagian uang celengan bisa digunakan untuk bersedekah. Dengan cara ini, tidak hanya mengajarkan anak berhemat dan menabung, juga bersyukur dan beramal.

Nah, dengan semua langkah-langkah dan cara mengajarkan hidup hemat untuk anak di atas, seharusnya seorang anak akan menjadi lebih tertarik, dan lebih terbiasa menerapkan semua pola dan perilaku hidup hemat. Namun bagaimana jika ternyata berbagai cara di atas belum berhasil?

Jika Cara Mengajarkan Hidup Hemat untuk Anak Ternyata Belum Berhasil

Pada beberapa anak, ada yang cukup sulit untuk diberikan pengertian mengenai pentingnya hidup hemat. Dan bersikap kurang peduli akan hal tersebut. Oleh karena itu, ada beberapa langkah tambahan yang bisa anda lakukan.

Lihat Artikel-Artikel Terbaik Lainnya dari Fidusiana, Majalah Keuangan Terbaik di Indonesia

Adapun beberapa langkah tambahan yang dimaksud tersebut antara lain adalah:

  • Jangan Menyerah

    Ketika anda mulai menyerah mengajar, menjadi contoh, dan memotivasi anak untuk hidup berhemat, anda otomatis gagal. Oleh sebab itu, teruslah pupuk perilaku hidup hemat pada si anak dengan cara-cara yang variatif.

    Apa maksudnya cara-cara yang variatif? Artinya, jika suatu cara terasa kurang efektif, cobalah untuk mencari alasan mengapa cara tersebut kurang efektif. Lalu memodifikasi ataupun menggantinya dengan cara yang lebih efektif.

  • Tegur dan Marahi (Jika Diperlukan)

    Karena terlalu sayang pada anak, seringkali ada orang tua yang tidak tega untuk memarahi anaknya. Bahkan menegurnya pun tak sanggup. Padahal hal ini sangatlah penting. Jika sekedar nasehat saja belum berhasil, anda wajib untuk mencoba menegur atau bahkan memarahinya.

    Namun dalam memarahi seorang anak tersebut, tak perlu berlebihan, dan jangan terlalu lama. Sebagai orang tua, anda pasti sudah memahami dengan baik bagaimana menegur ataupun memarahi anak tanpa membuatnya sakit hati kepada anda.

Itulah beberapa cara mengajarkan hidup hemat untuk anak yang anda sayangi. Pastikan anda mengajarkannya sedini mungkin demi kebaikannya juga. Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini. Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat untuk anda sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *