Penerapan Pola Hidup Irit Ibu Rumah Tangga di Berbagai Belahan Negara
Cara dan Pola Hidup Irit Ibu Rumah Tangga di Berbagai Negara
Agustus 25, 2018
Cara Mengatur Keuangan 1 Juta Per Bulan Agar Mencukupi Semua Kebutuhan Hidup
Cara Mengatur Keuangan 1 Juta Per Bulan Namun Tetap Mencukupi
September 9, 2018

Kiat Hidup Irit Paling Rasional dan Mudah Dilakukan

Rasionalitas dalam Mengatur Keuangan Merupakan Kiat Mudah Utama untuk Tetap Hidup Irit

Rasionalitas dalam Mengatur Keuangan Merupakan Kiat Mudah Utama untuk Tetap Hidup Irit

Bingung mengapa sulit sekali menabung? Berat rasanya untuk hidup hemat? Berikut ini beberapa kiat hidup irit yang bisa kamu coba sendiri.

Dengan mengikuti beberapa kiat ini, diharapkan anda dapat mengontrol keuangan sehingga memiliki uang sisa untuk ditabung, digunakan untuk investasi, ataupun untuk jaga-jaga jika hal tak terduga terjadi. Nah kiat hidup irit ini bisa kamu terapkan karena mudah dan sederhana.

Pisahkan antara Kebutuhan dan Nafsu

Salah satu hal paling sulit ketika mengontrol keuangan untuk dapat hidup irit adalah mengetahui mana yang merupakan kebutuhan, dan mana yang merupakan nafsu atau keinginan sesaat. Setidaknya ada 3 cara termudah dalam memisahkan mana kebutuhan dan keinginan.

Cara pertama adalah dengan sistem 30 hari. Dengan sistem ini, jika kamu merasa butuh suatu barang, tunggulah selama 30 hari. Jika barang tersebut masih kamu butuhkan, artinya barang tersebut merupakan jenis kebutuhan, namun jika kamu sudah merasa tertarik dengan barang tersebut, maka kebutuhan membeli barang tersebut hanyalah nafsu sesaat.

Cara kedua adalah dengan melihat apakah suatu barang atau jasa dapat membuatmu sakit, kelaparan, ataupun tak dapat bekerja dengan normal jika tak dibeli. Beberapa contoh barang yang merupakan kebutuhan adalah obat, makanan pokok, dan air putih. Sabun mandi dan odolpun wajib masuk dalam kategori ini. Untuk jasa yang dibutuhkan di antaranya transportasi, membayar tagihan kos, tagihan listrik, dan lain-lain.

Cara ketiga adalah dengan membuat daftar pengeluaran untuk 1 bulan ke depan. Dari daftar pengeluaran tersebut, anda dapat menyimpulkan bahwa hal-hal di luar daftar tersebut hanyalah suatu keinginan sesaat saja.

Jaga Pengeluaran Jangan Sampai Lebih Besar dari Pendapatan

Sangat menyenangkan ketika mendapatkan uang. Baik dari gaji, suksesnya penjualan, ataupun dari sumber lainnya. Namun ketika tidak bisa menjaga pola hidup, seberapapun uang yang kamu miliki, akan habis dalam sekejap. Lantas apa solusinya?

Solusinya tentu saja dengan mengatur keuangan dengan sebaik mungkin. Hukum paling utama dari pola hidup irit adalah “Jangan Sampai Pengeluaran Lebih Besar daripada Pendapatan”. Pada intinya, besar pasak daripada tiang adalah tanda kegagalan dalam mengatur finansial. Ada 3 langkah yang wajib kamu lakukan dalam menjaga pengeluaran untuk tidak lebih besar dari pendapatan.

Langkah pertama adalah dengan menghitung seluruh pendapatan yang kamu dapatkan. Artinya, kamu perlu menghitung setiap pos-pos yang memungkinkanmu mendapatkan tambahan keuangan. Misalnya, gaji kantor adalah 5 juta per bulan, pendapatan sampingan adalah 2 juta per bulan, dan keuntungan deposito adalah 500 ribu per bulan. Artinya, pendapatan per bulan adalah Rp7.500.000,-.

Tujuan dari menghitung total pendapatan adalah agar kita mengetahui seberapa besar sebenarnya keuangan yang kita dapatkan per bulannya. Sehingga lebih mudah dibagi-bagi dalam setiap pos anggaran. Jika kamu tidak menghitung total seluruh pendapatan, maka pendapatan akan terasa kecil dan pengaturan keuangan dikhawatirkan akan menyusahkan dirimu sendiri.

Langkah kedua adalah dengan dengan membuat daftar prediksi pengeluaran untuk sebulan kedepan. Pastikan kamu membuat daftar pengeluaran yang lengkap dan mendetail. Setelah membuat daftar tersebut, pastikan kamu memilah mana yang merupakan kebutuhan, dan mana yang keinginan.

Tujuan dari pembuatan daftar pengeluaran adalah untuk membuang pengeluaran-pengeluaran yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Juga untuk memastikan tidak ada pembelian barang/jasa yang melebihi angagranmu.

Langkah ketiga adalah optimasi. Merupakan suatu cara di mana setiap daftar pengeluaran yang sudah dibuat, dioptimalkan agar biayanya lebih hemat. Adapun cara menghemat pengeluaran ini adalah dengan membeli barang dari toko yang menjual barang dengan harga lebih murah, mencari promo diskon, flash sale, ataupun harga special.

Jaga Kesehatan Tubuh dan Pikiran

Kiat hidup irit selanjutnya adalah dengan menjaga kesehatan tubuh dan pikiran. Karena pada dasarnya biaya dokter adalah pengeluaran yang seharusnya dihindari sebisa mungkin. Bahkan pada beberapa kasus, biaya perawatan bisa lebih besar daripada pendapatan selama sebulan. Lantas bagaimana cara menjaga agar tubuh dan pikiran tetap sehat?

Berolahraga adalah cara pertama untuk menjaga kesehatan. Ada banyak olahraga yang mudah dan murah untuk dilakukan, seperti jogging, berjalan-jalan sore, ataupun bersepeda. Namun pastikan kamu berolahraga dengan bijak dan aman. Jangan sampai ketika olahraga kamu mengalami terkilir atau jatuh sakit karena berolahraga terlalu lelah.

Mengkonsumi makanan yang menyehatkan juga penting untuk tetap sehat. Makanan menyehatkan tidak harus mahal. Contohnya tempe, tahu, telur, dan ikan lele. Jangan lupa juga untuk mengkonsumsi buah-buahan, sayuran, dan suplemen (jika dibutuhkan).

Selain mengkonsumsi makanan sehat, menghindari makanan minuman tertentu juga wajib dilakukan. Selain makanan yang dapat menyebabkan alergi, merokok dan minum-minuman keras juga sebaiknya dihindari.

Langkah selanjutnya untuk menjaga kesehatan adalah dengan menjaga pola hidup bersih. Seperti mandi, mencuci tangan, dan menggosok gigi.

Cara terakhir untuk menjaga kesehatan adalah dengan cukup istirahat. Dengan beristirahat, selain menyehatkan tubuh, juga menyehatkan pikiran. Oleh sebab itu, budget untuk berlibur juga diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran.

Selalu Bijak dalam Mengeluarkan Uang

Langkah selanjutnya yang menjadi bagian pola hidup irit adalah selalu bijak dalam berbelanja. Pastikan bahwa kamu selalu membeli hanya barang-barang yang memang dibutuhkan. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, pastikan bahwa kamu membeli hanya kebutuhan dan memisahkannya dari keinginan sesaat atau nafsu.

Ada beberapa cara bijak dalam mengeluarkan uang. Cara pertama adalah dengan mengatur keuangan agar hanya membeli barang-barang yang dibutuhkan. Cara kedua adalah dengan membeli harga termurah, namun tetap berkualitas. Dan cara ketiga adalah dengan mengoptimalkan pengeluaran agar penggunaannya maksimal.

Ada banyak cara yang rasional untuk dapat membeli berbagai jenis barang dengan harga semurah mungkin. Dengan cara ini, kamu bisa menghemat lebih dari 40% anggaran pengeluaran. Adapun cara tersebut antara lain membandingkan harga antara toko yang satu dengan toko yang lainnya. Mencari diskon harga, adanya promo barang, flash sale, ataupun cuci gudang dapat menjadi kesempatan yang berharga untuk penghematan.

Namun satu kiat hidup irit yang harus selalu kamu ingat, pastikan bahwa barang-barang yang dibeli dengan harga spesial tersebut memang kamu butuhkan. Jangan sampai kamu membeli barang-barang murah namun sebenarnya tak kamu butuhkan. Karena tak ada bedanya dengan membeli dan menumpuk sampah. KECUALI barang-barang tersebut dikumpulkan untuk dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.

Kamu juga perlu mengoptimalkan penggunaan barang. Apa maksudnya? Sebagai contoh sebuah barang seharga 100 ribu rupiah, dan awet hingga 1 tahun. Sementara itu, ada barang lain seharga 200 ribu namun dapat awet hingga 5 tahun? Mana yang akan kamu beli? Beberapa orang mungkin akan membeli barang seharga 100 ribu, namun beberapa orang lainnya akan membeli barang yang seharga 200 ribu.

Tidak ada yang salah memilih barang seharga 100 maupun 200 ribu. Yang terpenting adalah memaksimalkan penggunaan barang. Artinya, setiap barang yang dibeli harus digunakan, dan dirawat dengan baik. Sehingga dapat bertahan lama.

Menabung dalam Bentuk Investasi

Di zaman seperti sekarang ini, menabung saja tidak akan menjadikan kamu memiliki banyak uang. Biarkan kami memberikan satu rahasia sukses dalam menerapkan kiat hidup irit para pengusaha. Mereka bukan sukses hanya karena mereka bermodal uang, kecerdasan, dan kerja keras. Kesuksesan itu tercapai karena mereka tidak menabung, namun berinvestasi.

Ada banyak sekali pilihan investasi yang bisa kamu ambil. Ada yang jenisnya investasi jangka pendek, jangka panjang, investasi beresiko, investasi rendah resiko, bisnis, join venture, dan lain sebagainya.

Ada beberapa kiat dalam berinvestasi yang bisa kamu lakukan sendiri. Yang pertama adalah, pastikan kamu mempelajari terlebih dahulu seluk beluk investasi tersebut. Hal yang perlu dipelajari di antaranya legalitasnya, cara kerja investasi tersebut, tingkat resiko, modal yang dibutuhkan untuk mencapai keuntungan, masalah-masalah yang mungkin terjadi dalam investasi tersebut, dan apa yang harus dilakukan jika masalah tersebut muncul.

Sedangkan kiat berinvestasi yang kedua adalah gunakan setiap keuntungan yang ada untuk berinvestasi lagi, namun di jenis investasi yang berbeda. Untuk apa melakukan hal tersebut? Sederhananya, investasi selalu mengandung resiko. Walaupun resikonya kecil, resiko tetaplah resiko. Jika hanya berinvestasi di 1 tempat, ketika investasi tersebut sedang mengalami masa-masa di bawahnya, kerugianmu akan sangat besar. Namun jika memiliki investasi di tempat lain, besar harapan bahwa kerugian tersebut akan tersubsidi oleh keuntungan investasi cadangan.

Jauhi Hal yang Dapat Menyebabkan Pemborosan

Tips untuk dapat hidup irit dengan mudah berikutnya adalah jauhi hal yang membuat kamu hidup boros. Sebenarnya, pemborosan itu terjadi karena gaya hidup. Misalnya suka nongkrong sambil memesan semua menu makanan dan minuman di cafe, arisan di mana teman-teman arisan senang sekali menawarkan barang jualannya kepadamu, atau bahkan memilih mobil yang biaya service dan pemakaian bahan bakarnya boros.

Untuk memudahkan kamu menjauhi gaya hidup boros tersebut, kamu wajib membuat daftar pengeluaran apa saja yang kamu buat sebulan kemarin, dan beberapa hari ini. Dari situ kamu bisa melihat, apa sih gaya hidup yang selama ini dilakukan dan ternyata hanya menghambur-hamburkan uang.

Jika pengeluaranmu besar karena kebutuhan dan gaya hidup untuk nongkrong, maka ada baiknya untuk mengurangi intensitas nongkrong tersebut. Bahkan jika perlu, hentikan saja. Kelihatannya cukup sulit untuk melakukan hal ini, tapi percaya deh, dengan 1 atau 2 kali melakukannya, kamu akan terbiasa. Kecuali ada teman yang berniat mentraktir, atau ketika ada kerjasama bisnis yang hendak terjadi. Sikat…

Ada juga pemborosan karena hal-hal yang tak disangka. Misalnya setelah membeli mobil, ternyata roda empat tersebut sering minta diservice, atau pemakaian bahan bakarnya boros. Nah, solusinya ternyata sangat sederhana. Carilah ahli yang dapat menangani masalah tersebut. Pastikan kamu membuat perjanjian bahwa pembayaran hanya akan dilakukan jika masalah tersebut benar-benar terselesaikan.

Lalu merokok juga menjadi sumber pemborosan yang perlu ditinggalkan. Namun adiksi rokok harus diakui sangatlah kuat. Untuk itu, diperlukan tekad yang kuat juga. Bulatkan tekad bahwa kamu harus meninggalkan rokok demi kesehatan dompet dan kesehatan badan itu sendiri. Langkahnya bisa dimulai dengan mengurangi jumlah batang per harinya. Jika sebelumnya 3 batang sehari, kamu bisa mulai dengan mencoba 1 batang saja per hari. Lalu beberapa hari kemudian, mulailah dengan 1 batang per 2 hari.

Mulailah Memahami Bahwa Pelit Bukanlah Bagian dari Kiat Hidup Irit

Banyak orang yang salah kaprah bahwa pelit dan irit adalah 2 hal yang sama. Kenyataannya tidaklah demikian. Pada dasarnya, irit adalah sebuah tindakan di mana kamu tetap royal, namun mampu mengatur keuangan dengan sangat baik.

Sebagai contoh, kamu bisa tetap menjadi filantropis (orang yang senang menyumbang/bersedekah) namun tetap hidup irit dengan tidak membeli barang-barang mewah. Juga bisa memenuhi semua kebutuhan pokok untuk diri sendiri, namun tetap memiliki uang untuk ditabung dan diinvestasikan. Meskipun pendapatanmu tergolong kecil.

Begitu juga ketika ada teman yang sedang membutuhkan pinjaman uang. kamu tetap bisa menerapkan kiat-kiat hidup irit tanpa dikatakan pelit. Kamu tidak harus memberikannya pinjaman uang, namun bisa berbagi hal-hal lain yang sekiranya dia butuhkan. Apa saja yang dimaksud hal-hal lain tersebut?

Alih-alih meminjamkannya uang, kamu bisa menawarkannya pekerjaan sampingan. Atau mungkin ide usaha. Kamu juga bisa menawarkan bantuan untuk mempromosikan usaha atau barang yang sedang dia jual. Pada intinya sih, kamu bisa membantunya mendapatkan uang tanpa harus meminjamkannya uang.

Lalu ada juga keharusan kamu untuk membayar pajak. Walaupun jumlahnya tak seberapa, namun uang pajak sangat dibutuhkan negara untuk pembangunan. Penggelapan pajak hanya akan menambah beban finansial negara semisal kemacetan karena jalan layang belum memiliki dana yang cukup untuk proses penyelesaian.

Demikianlah informasi ini kami berikan. Semoga informasi kiat hidup irit ini bermanfaat dan benar-benar mudah untuk dipraktekkan. Jalan menuju kesuksesan sudah di depan mata. Ayo kita gapai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *